Panduan Menanam Kimpul di Pekarangan untuk Pemula

Penulis: Fadila Utami
Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:07:00 WIB

Kimpul, atau yang dikenal juga dengan talas putih (Xanthosoma sagittifolium), adalah tanaman umbi yang kaya karbohidrat dan mudah dibudidayakan di iklim tropis seperti Indonesia. Selain memberikan kepuasan tersendiri saat panen, menanam kimpul juga bisa menjadi solusi untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah.

Meski terbilang mudah, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kimpul tumbuh optimal dan aman dikonsumsi. Yuk, kita bahas tuntas cara menanam dan merawatnya!

Mengenal Lebih Dekat Si Kimpul

Tanaman bernama latin Xanthosoma sagittifolium ini memiliki daun berbentuk seperti mata panah yang tumbuh tegak, tingginya bisa mencapai dua meter. Umbinya berkembang di dalam tanah dan menjadi bagian yang paling berharga karena kaya akan karbohidrat.

Menariknya, kimpul bukan hanya sekadar tanaman pangan, tapi juga berpotensi menjadi tanaman hias karena bentuk daunnya yang unik. Namun, ingat ya, Bunda, kimpul tidak boleh dimakan mentah karena mengandung kalsium oksalat yang bisa menyebabkan gatal dan iritasi. Pastikan untuk mengolahnya dengan benar sebelum dikonsumsi.

Langkah-Langkah Menanam Kimpul di Rumah

1. Pilih Bibit Unggul

Langkah pertama adalah menyiapkan bibit. Kimpul bisa diperbanyak dengan menggunakan umbi utuh, umbi anakan (cormel), atau potongan pucuk umbi utama. Pastikan bibit yang dipilih sehat, tidak busuk, tidak berlendir, dan bebas dari tanda-tanda penyakit. Bibit yang sehat akan lebih mudah tumbuh dan menghasilkan panen yang melimpah.

2. Siapkan Tanah yang Subur dan Gembur

Kimpul menyukai tanah yang dalam, subur, gembur, dan kaya akan bahan organik. Kamu bisa mencampurkan tanah dengan kompos atau pupuk kandang untuk memberikan nutrisi yang cukup. Pastikan juga tanah memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang, karena genangan air bisa menyebabkan umbi membusuk. Jika menanam di pot, gunakan pot dengan lubang drainase yang memadai.

3. Pilih Lokasi dengan Sinar Matahari Cukup

Tanaman ini membutuhkan cahaya matahari sekitar 4-6 jam per hari. Semakin banyak sinar matahari yang didapat, semakin besar umbi yang dihasilkan. Jika menanam di dalam ruangan, letakkan di dekat jendela yang terkena sinar matahari langsung. Untuk hasil terbaik, tanamlah di area terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

4. Siram Secara Rutin dan Tepat

Kimpul membutuhkan tanah yang lembap, tapi tidak becek. Siramlah secara mendalam 2-3 kali seminggu, atau sesuaikan dengan kondisi cuaca. Saat cuaca sangat panas, tanaman mungkin perlu disiram lebih sering. Sebaliknya, saat hujan, kurangi frekuensi penyiraman agar umbi tidak membusuk.

5. Jaga Suhu dan Kelembapan

Sebagai tanaman tropis, kimpul tumbuh optimal pada suhu 20-30 derajat Celsius dan kelembapan udara 60-85%. Daunnya yang besar dan tipis bisa mudah kering atau robek jika terkena angin kencang atau udara terlalu kering. Oleh karena itu, lindungi tanaman dari angin berlebihan dan jaga kelembapan tanah secara konsisten.

6. Berikan Pupuk Berkala

Kimpul membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh. Berikan pupuk organik atau pupuk NPK secara berkala, misalnya setiap 2-4 minggu sekali, untuk mendukung pertumbuhan daun dan umbi. Ikuti dosis yang dianjurkan pada kemasan pupuk.

7. Beri Ruang Tumbuh yang Cukup

Kimpul memiliki daun yang lebar dan umbi yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Jika menanam beberapa bibit, beri jarak sekitar 60-90 cm antar tanaman agar tidak saling berebut nutrisi dan sinar matahari.

8. Waspadai Hama dan Penyakit

Meski relatif mudah, kimpul bisa terserang hama seperti ulat dan kutu daun, serta penyakit seperti busuk umbi. Periksa tanaman secara rutin dan segera atasi jika menemukan tanda-tanda serangan. Gunakan pestisida organik atau insektisida alami untuk mengendalikan hama.

9. Perhatikan Keamanan Konsumsi

Ingat, kimpul mentah mengandung kalsium oksalat yang beracun. Selalu masak atau olah kimpul hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Proses perebusan atau pengukusan yang baik akan menghilangkan zat penyebab gatal tersebut.

10. Jauhkan dari Hewan Peliharaan

Daun dan umbi kimpul juga bisa berbahaya bagi hewan peliharaan jika tertelan. Pastikan hewan peliharaan tidak bisa mengakses area penanaman untuk menghindari risiko keracunan.

Dengan mengikuti panduan di atas, Bunda bisa menikmati hasil panen kimpul sendiri di rumah. Selain menghemat pengeluaran, menanam kimpul juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk keluarga. Selamat mencoba!

Reporter: Fadila Utami